Relationship

About Relationship: Begitu baca request Kaka untuk nulis opini tentang relationship secara umum, aku nyengir dulu deh. I’m no relationship expert. But I know, what Kaka and Yonny have is a precious thing. Something people have been searching for.

Well, relationship isn’t easy. But I true believe that if you’re really meant for each other everything will fall into its place. Dan menurutku, ini lah yang namanya jodoh. Walaupun terpisah jarak, perbedaan waktu, dan hanya berawal dari sebuah social media, but somehow you guys find each other. Orang yang tepat, dalam keadaan yang tepat, di waktu yang tepat 😉 Kalo dipikir pake logika, kemungkinannya mungkin hanya sepersekian persen, but it happened. So, embrace it. Cherish it. Value it. Preserve it.

Terlalu naif untuk hanya bilang selamat buat hari pernikahan kalian, Ka. Jadi, aku juga mau bilang SEMANGAT! Selamat untuk hari pernikahan kalian, dan SEMANGAT untuk kehidupan pernikahan kalian.

Wedding is just a celebration. The true journey is the marriage itself. So I wish you guys a happy, nurturing marriage. In which you can respect each other. In which you can be yourself in front of each other. In which you will fall in love with each other, every single day. Cheers!

Sharifah Shakinah, dr.RSUD Tarakan, Kalimantan Timur

~Love is about take and give. The more you give the more you receive…

~A successful marriage require falling in love many times, with the same person….

~When you show me love, I don’t need your words.. Love ain’t a thing, Love is a verb…. (John Mayer)

Ini tips-tips menurut aku dalam pernikahan harus kayak gimana (padahal aku aja belum nikah, haha..). Yang paling penting dalam pernikahan itu adalah komunikasi. Semua hal bisa dibicarakan baik-baik, jadi ga usah ada yang namanya pertengkaran. Well, kalau hal-hal kecil sih pasti tidak terhindarkan, tapi sama-sama latihan aja, masing-masing pasti punya masa-masa sulit di kerjaan/ temen-temen/ keluarga/ dll, jadi latihan gimana caranya saling sabar, mengerti, berusaha sekuat tenaga agar nada bicara ga jadi tinggi atau belajar cuma bicara seperlunya.

Latihan cara memberi tahu masalah kita dengan baik-baik, bukan malah marah atau ngomel sama dia, dan terima solusi dari dia walaupun pada saat itu kita sebenarnya ga butuh solusi, cuma butuh ditenangkan, ahaha. Dan kita harus tau banget apa aja yang bisa menenangkan dia kalau giliran dia yang punya masalah. Susah sih, tapi bukan berarti kita ga cerita masalah kita sama dia, karena dia bakal lebih bete kalau ngerasa kamu ga bisa mengandalkan dia untuk mecahin masalah.

Cari tau sweet random little things yang dia suka. Misal: selalu disiapin teh anget setiap dia pulang tanpa diminta, tau dimana dia nyimpen barang-barang in case memang orangnya pelupa kita bisa selalu mengingatkan.

Saling mengingatkan dalam kebaikan, kita masing-masing punya keburukan, jadi saling mengingatkan aja. Tapi jangan terlalu maksa untuk mengubah dia.

Ratu Purwanti, dr.

Hubungan antarmanusia ada karena adanya kebutuhan satu sama lain; keyakinan bahwa kita butuh sesuatu, atau justru keyakinan bahwa kita bisa memenuhi kebutuhan orang lain. Kebutuhan menyampaikan isi hati atau kebutuhan tuk didengarkan; kebutuhan akan rasa saling aman dan nyaman; kebutuhan tuk dibahagiakan juga kebutuhan akan kepuasan membahagiakan. Hubungan antarmanusia juga bisa bertahan karena adanya rasa saling percaya. Jadi kalau sedari awal ada rasa membutuhkan dan perasaan dibutuhkan, juga saling percaya, hubungan antarmanusia ya akan selalu ada..

Yunisa Pamela, dr. – PPSK FK Unpad Jatinangor

Tentang relationship : aduh ga bisa banyak komen tentang ini, Ka. Yang jelas ini adalah suatu anugerah, kalian berdua bisa dipertemukan entah bagaimana caranya. Dan mudah-mudahan hubungan ini bisa dipertahankan sampai tua nanti.. aamiin.

Akhmad Mustafa, dr. – RSU Teluk Bintuni, Papua Barat

Haduu Dery dan Yemi bukan orang yang puitis atau bisa berkata-kata indah.Hmmm…ngomongin apa yaa…

Pernikahan aja ya, pernikahan itu sebuah hubungan kan tentunya. Pernikahan itu satu kata buat kami: bahagia. Gimana ga bahagia, pas pacaran tadinya berantem mulu, setelah nikah ga pernah berantem lagi, beda pendapat dikit ada pasti, tapi abis itu langsung seneng seneng lagi. Gimana ga bahagia, pas pacaran paling sedih kan saat berpisah dan jauhan, setelah nikah deket terus, bobo bareng lagi. Gimana ga bahagia, pas pacaran kalau mikirin masa depan kan sendiri sendiri, masing masing ada obsesi, setelah nikah jadi satu tujuan satu obsesi. Gimana ga bahagia, pas pacaran bisa pusing mikirin gimana hidup berdua, setelah nikah ternyata rezeki itu selalu ada dari mana saja. Gimana ga bahagia, pas pacaran berduaan aja kalo ngedate, setelah nikah dikasi temen lagi, anak. Gimana ga bahagia, pas pacaran momen istimewanya paling saat anniversary dan ulangtahun, setelah nikah selain momen itu, ada saat honeymoon, kehamilan, nunggu lahiran anak, lihat amazingnya perkembangan anak yang pintar yang ga akan pernah berhenti terus saja hingga dia dewasa kelak. Gimana ga bahagia, pas pacaran cuma punya 2 keluarga besar dari ibu-bapak, setelah nikah punya 4 keluarga besar, makin punya banyak sepupu-sepupu, makin bisa banyak silaturahmi, makin banyak acara keluarga yang selalu menyenangkan.

Gimana ga bahagia, setelah nikah wong perasaanya bahagia terus tiap hari 🙂

Dery Ariawan Soedarsono, dr. & Maryam Nissa Hazari, dr. – RS Budi Kemuliaan

Kalau kata definisi sih: the way in which two or more concepts, objects, or people are connected or the state of being connected. Kalau mengacu ke asmara menurut saya sih hubungan antara wanita dengan prianya (atau sebaliknya) yang jelas visinya mau dibawa kemana dan disepakati bersama. Hubungan ini harus saling menguntungkan kedua belah pihak dan sebisa mungkin tidak ada pihak2 lain di luarnya yang merasa dirugikan.

Amy Hadiastuti, S.T.

Being a very old tale as it is, I doubt I can tell her something that, knowing her, she hasn’t read before. Hahaha. Anyway, for me relationship is a way to find ourselves. Loving and living with another human being can stimulate all kinds of self-revealing action and reaction. When we try to understand and accommodate our spouses, who are also human beings, we’d touch the empathic parts of ourselves. While connecting with others can broaden our perspective in grasping the concept of human being, living with our spouses for a long time can deepen it. Then imagine living with the whole family? Some of you might’ve had a nagging question since the start of this paragraph; why would we need to find ourselves? Well that depends, what is your purpose in life? Some are happy with a bed to sleep on and three meals a day, some seek to rule the world, where some just want to be happy. We all look for our version of perfection. So then riddle me this, what tool can better evaluate both our current position and our ultimate goals than the knowledge of ourselves, and of human beings? As for myself, perfection is being the closest possible to my God, as it should be for all muslims. More questions thus arise; how does the state of being close with Him look like? How do we get there? Well to perfectly answer those questions we need to know Him, and again, what better way can take us there than by knowing ourselves, his best creation? That’s why, I think, Islam takes marriage very seriously, it even says that it completes half of one’s religion.

That all might’ve sounded all too logical, didn’t it? Some of you may start to think: it’s not that simple. Well it isn’t. I never said it is. The general theory can be so neat while the lowest ground work can be nasty. The thing I said: selfrevealing action and reaction, can literally translate into quarrels, disagreements, resentments, bad moods, and so on. Whenever the storm hits and you find yourselves lost in the marital ocean, your north star is empathy. Do what you’d want your other half do to you. Be a sympathetic person instead of a judge. Remind each other that both of you are going to the same direction. Oh look what I’ve become, a know-it-all! Hahaha. This has gone too much. Last one, don’t forget to enjoy the voyage. 😉

To be actively fair, I have to say that I’m not married, nor have I had any serious, working relationship. Hahaha. So please take all of my blabber with very careful considerations. I’m wishing her and Yonny an everlasting and blessed marriage. As for the rest of you readers all over the world, to quote a very famous poet; love each other or perish. 😉

M. Shiddiq H.

 Well, not much that I can say for relationship. Hellow…? What do you expect from somebody who only have one boyfriend ever and last for only almost 7 years and is ended because of marriage? :D. Maybe I can just give an essense that I get from my relationship experience. Relationship only can durable when we willing to maintain it. 🙂

Have a nice marriage ( not only just for wedding) for both of you ^^

Olivica Priyono

Harus siap-siap menerima segala kelebihan dan kekurangan pasangan dan mau berkompromi, kadang harus menekan ego dan mengalah (utk beberapa masalah non prinsipal bahkan meskipun kita merasa benar kita bisa aja ngalah demi menyenangkan pasangan dan menciptakan suasana damai). Jadi suami lbh berat lg krn hrs menjadi pemimpin bagi istrinya dan memberikan teladan yg baik (tp istri jg wajib memahami bahwa suami jg manusia yg ga sempurna dan selalu mendukung). Intinya komunikasi harus baik, kalau ada unek2 disampaikan dgn cara yg baik, mesra2an jangan lupa. Kalo suami setuju istri bekerja, harus setuju jg membantu urusan rumah tangga. Kalau berantem, jgn lama-lama, jgn sampai terlalu terhanyut emosi. Yang jelas, menikah itu menyenangkan, hati lebih tenang. Harus disyukuri.

Arresty W. Andhini

Relationship merupakan hubungan yang terjadi antara satu atau lebih entitas dengan lainnya. Dalam konteks asmara, relationship menurut saya adalah hubungan antara pria dan wanita yang dilandasi rasa cinta yang bersifat konstruktif atau positif bagi kedua belah pihak

F. Pambudi

Nah ini dia topik yang menarik. Disini relationship yang aku maksud adalah antara laki dan perempuan (secara yang request pendapat mau nikah). Walaupun pengalaman gak seberapa, tapi dari hasil observasi dan banyak mendapat cerita (dicurhatin lebih tepatnya) oleh temen-temen yang sudah malang melintang di dunia persilatan sosial, kira-kira sekarang ini pandanganku tentang relationship itu seperti begini:

It is not about Me or You, it is about Us. Sudah terlalu banyak dari kita ABG (Atas Bawah Gondrong) yang salah mengartikan relationship menjadi hubungan satu arah. Beberapa orang terlalu sibuk memikirkan apa keuntungan yang bisa dirinya dapat dari hubungan yang dijalani (egosentris). Sementara yang lain terlalu sibuk mencari cara menyenangkan pasangan apapun asalkan si Dia senang, pokoknya I’ll catch a grenade for you lah. Hubungan yang didasari dua pandangan ekstrim itu menurutku pasti akan gagal. Untuk menjalin hubungan yang harmonis, konstruktif, dan langgeng itu perlu usaha dari dua arah. Saling melengkapi, berusaha, dan berkompromi. Sekali lagi it’s not about Me or You, it is about Us.

Nobody is perfect. Ga akan kita bertemu dengan orang yang sempurna. Sekalipun kita sudah bertemu dengan orang yang kiranya super, niscaya nantinya kita pasti akan ketemu orang lain yang ternyata terlihat lebih lagi. Keinginan masunsia ga ada batasnya, jadi pada akhirnya yang paling penting adalah komitmen. Bila memang ada kekurangan dengan pasangan ya bersabar saja, toh kita juga tidak sempurna. Tapi ingat sebagai laki-laki kita juga punya kewajiban untuk menjadi pemimpin dan guru, membimbing pasangan kita ke jalan yang diridhoi Allah. Kalau ingin pasangan kita baik, ya kita harus menjadi baik terlebih dahulu menjadi uswatun hasanah. Karena Allah akan menjodohkan seorang laki-laki dengan perempuan yang seimbang timbangannya.

It is not about Love, it is about or goal in Life. Paling penting dalam hubungan adalah adanya kesamaan visi, atau paling tidak menuju ke arah yang sama lah. Karena apalah artinya mulut berkata cinta kalau apa yang dilakukan suatu pasangan selalu cekcok karena visi hidup yang bertolak belakang? Salah satu hal pertama yang harus dilakukan dalam menjalin hubungan adalah mengkomunikasikan visi da misi dalam menjalani hidup dengan pasangan. Karena perbedaan pandangan itu pasti, bertengkar itu wajar, tapi alangkah baiknya bila sudah diantisipasi sejak awal hubungan. Kata kuncinya adalah kompromi, ambil jalan tengah yang terbaik. Alangkah indah bila terjadi kerjasama saling melengkapi dalam usaha mencapai suatu mimpi bersama. Niatkan sebagai ibadah. Well kalau konteksnya pacaran udah pasti ga nyambung. Tapi kalau konteknya membangun keluarga, insya Allah dimudahkan asal diniatkan untuk mencapai ridho Allah. Saat mendapat kebahagiaan bisa menjadi ladang syukur, saat ditimpa kesusahan bisa menjadi ladang sabar. Kalau semuanya ikhlas dijalani maka hidup akan terasa lebih indah.

Bramianha A.

Aku bukan ahli dalam hal berhubungan dengan orang lain, tapi secara general, relationship itu pada dasarnya membutuhkan kepercayaan, komunikasi dan tau menempatkan diri dalam menjalani visi yang sama. Tidak selalu berjalan pada jalur yang sama, yang terpenting adalah mampu dan mau berjalan beriringan dan menuju tujuan yang sama. Jika jalan itu terlalu menjauh, hanya komitmen dan introspeksi diri yang mampu mengembalikannya. Pasanganmu adalah cerminan pribadimu, teruslah memperbaiki diri.

Anita Faradilla

Berarti siap memberi, bukan berharap menerima. It is about treasuring the sweet parts of it, but more than that is about surviving the difficult parts of it. Is not easy, but it’s worth fighting for.

Auzan Abirama S.

1. Good relationships don’t just happen; they take time, patience and two people who truly want to work to be together.
2. Falling in love is not a choice.  To stay in love is.
3. A great relationship is about two things: First, appreciating the similarities, and second, respecting the differences.
4. Do not become possessive.  The purpose of a relationship is to complement each other, grow together, and achieve your common goals as a couple.  At the same time, you must each maintain your individual identity as a human being.
5. Don’t look for someone who will solve all your problems; look for someone who will face them with you.
6. You don’t really need someone to complete you.  You only need someone to accept you completely.
7. Never stop doing little things for others.  Sometimes those little things occupy the biggest part of their hearts.
8. The best portion of your life will be the small, nameless moments you spend smiling with someone who matters to you.
9. No relationship is a waste of time.  The wrong ones teach you the lessons that prepare you for the right ones.
10. In human relationships, distance is not measured in miles but in affection.  Two people can be right next to each other, yet miles apart.  So stay in touch with those who truly matter to you.  Not because it’s convenient, but because they’re worth the extra effort.
11. Never neglect the people who are most important to you simply because you think they will always be there.  Because one morning you might wake up and realize you lost the moon while counting the stars.
12. True love isn’t about being inseparable; it’s about two people being true to each other even when they are separated.
13. When someone gives you their time, they are giving you a portion of their life that they will never get back.  It’s one of the most precious gifts you can receive.  Don’t waste it.
14. Good relationships are not just about the good times you share; they’re also about the obstacles you go through together, and the fact that you still say “I love you” in the end.

 Almira Aliyannissa

Tentang memilih pasangan hidup :

Pilihlah seorang laki-laki yang berbakti kepada ibunya, menjaga adik perempuannya dan membantu kakaknya. Itulah laki-laki yang tahu arti penting seorang wanita, memahami “respect to a woman”.

Pilihlah yang dengannya hatimu terglitik untuk semakin mendekatkan diri pada Allah. Yang dengannya rasa cintamu untuk Rasul semakin kau asah. Yang dengannya, buku-buku agama memenuhi perpustakaan kecil milikmu dan Quran menjadi lantunan akrab telingamu. Dengan begitu dirimu akan tetap terjaga.

Pilihlah seseorang yang dapat menjadi ayah panutan untuk anak-anakmu. Yang kualitas pribadinya kau inginkan dalam karakter putramu kelak.

Pilihlah seseorang yang bisa menjadi sahabatmu saat segala “api cinta” mulai berubah mendewasa.

Pilihlah seseorang yang akan selalu menjadi orang pertama yang ingin kau beritahu segala update keseharianmu

Pilihlah seseorang yang ikut memikirkan masa depan mimpimu, membangun mimpi bersama, tidak sekedar mengejar mimpinya

Pilihlah seseorang yang memahami batas-batas agama agar dapat menegurmu atas alasan itu

Pilihlah seseorang yang mau melanjutkan hidupnya denganmu, mau tua bersamamu, dan mau melewati segala cobaan dengan tetap ada dirimu

Yakinlah suami kita kelak adalah orang yang selama hidupnya berusaha menjadi versi terbaik dirinya, sama seperti dirimu. Dan ia telah memilih untuk menempa dirinya dan memberikan yang terbaik untuk dirimu. For a person like that, give all you can to love him back.

Nada Ristya Rahmani

Menjalin sebuah hubungan dengan seseorang ibarat menanam sebuah benih pohon. Akar pohon tersebut terbuat dari kepercayaan, batangnya ialah komitmen, rantingnya ialah cita-cita bersama, daunnya ialah perasaan cinta dan sayang, bunga dan buahnya ialah kebahagiaan.

Tanamlah benih pohon yg akan mengakar kuat kedalam tanah dan tidak mudah goyah, yang batangnya sekokoh baja, rantingnya banyak bercabang rindang dengan daun yg lebat nan meneduhkan, bunganya indah, harum dan buahnya manis menentramkan jiwa. Jangan mudah layu dan mati karna terjangan angin, badai, terik matahari dan dinginnya hujan. Jadilah pohon yg tetap berdiri tegak, memberi manfaat dan siap hidup kekal abadi tak termakan usia.

Gerry Permadi

Merupakan hubungan antara manusia satu dengan yang lain, di mana bisa terjadi karena ikatan keluarga, persahabatan, atau cinta. Saat seseorang memiliki hubungan dengan yang lain, mereka ingin melindungi satu dengan yang lain, ingin melihat senyum bahagia ketika bersama, ingin tersenyum bangga ketika melihat hasil kerja keras kita, dan selalu mendoakan di setiap sujudnya.

Dalam suatu hubungan ada satu hal yang selalu beriringan denganya yaitu komunikasi. komunikasi kunci dari suatu hubungan, karena komunikasi adalah alat yang dilakukan antara individu dalam menjalin hubungan. Alat ini bisa berubah wujud tergantung kreativitas individu, bisa berupa percakapan bisa berupa tindakan yang dilakukan antara individu agar terjalin hubungan yang baik, sehingga antar individu bisa saling memahami karakter ataupun sifat darimasing-masing orang.

Yaa, ketika kita memiliki hubungan dengan seseorang, kita berusaha merasakan apa yang mereka rasakan dan tidak hanya ada ketika bahagia tapi menghilang entah ke mana ketika kita sedih. Begitu pula dengan persahabatan, saling menasihati ketika yang satu salah, tidak akan membiarkan seseorang jatuh dalam kesesatan.

Dalam menjalin suatu hubungan pasti ada tujuan yang ingin dicapai dari masing-masing pelaku. Jika dalam hubungan pernikahan, tentunya dua insan yang menikah ini memiliki visi dan misi bersama dalam pernikahannya. Tujuan bersama ini menjadi sangat penting karena menentukan arah gerak setelah pernikahan dan merupakan kesepakatan antara dua insan yang menikah.

Sebagai bahan pengingat untuk menentukan tujuan ini, Allah SWT berfirman dalam surat Addzariat ayat 56 bahwa tujuan diciptakannya manusia adalah untuk beribadah kepada Allah SWT, Robb Pencipta dan Pengatur alam semesta, semoga kita selalu ingat bahwa masih ada alam akhirat yang abadi dan menanti kita sebagai manusia sebagai pertanggungjawaban tindakan kita di dunia. Semoga dalam menentukannya baik tujuan pribadi maupun tujuan bersama dalam suatu hubungan khususnya hubungan pernikahan senantiasa mengacu dan menerapkan perintah Allah SWT.

Nova Indra Gunawan dan partner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: