Rizka

Rizka adalah sahabat terbaikku. Kami sudah bersama sejak SMA, melewati masa-masa kemahasiswaan di FK, koas, dan akhirnya bekerja di rumah sakit daerah yang sama selama satu tahun di Pelabuhan Ratu. Rizka adalah teman belajar, bekerja, berpetualang, berdiskusi dan bermimpi. Kami saling belajar dari kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Hal yang paling aku kagumi dari Rizka adalah interpersonal skillnya. Kemampuannya berinteraksi dengan orang, memecah canggung saat bertemu orang baru atau bertamu, meleraikan konflik antar orang, dan menjadi penyeimbang berbagai karakter. Menjadi sahabat Rizka, membantu aku yang dulunya kuper, minder, dan agak terlalu serius jadi bisa lebih santai dan berteman dengan banyak orang.

Rizka itu tulus ingin memunculkan yang terbaik dari diri orang. Kami sering berdiskusi bagaimana kita dan orang-orang sekitar kita bisa tumbuh lebih baik lagi. Tentang adik-adiknya dan harapannya agar mereka menjadi orang hebat kelak. Wajar saja kalau dia adalah salah satu ketua Seksi Pembinaan dan Kaderisasi yang terbaik di FK Unpad.

“Ibu-ibu!” hahaha.. yup Rizka itu keibuan bahkan sejak SMP hehe, perhatian dan dewasa. Tipe yang memastikan orang-orang sudah makan, kalau sakit dicarikan obatnya, kalau lagi ada masalah menjadi bahu untuk menyandar. Termasuk ngajarin cara nyuci piring yang baik dan detergen apa yang bikin tangan lembut. So for me, Rizka becoming a wife and a mother someday insyallah will really let out the best of her, you’re so damn lucky Yonny.

Kalau baca ini kesannya Rizka itu cewek sekali ya, tapi sebenarnya dia tuh tomboy! Orang yang setiap hari PP naik motor via jalan raya jatinangor dan tukang ngebut. Yang nganterin temen-temen cewek pulang ke rumah kalau udah kemalaman. Dia juga atlet angkatan 2006: keeper futsal, volley, dan tarik tambang. Di tahun yang sama mendaki Mahameru, menyelam lautan Wakatobi, berkenalan dengan suku Bajo, dan melewati 4 hari di kapal laut kelas ekonomi dari Sulawesi sampai Jakarta. Bolang banget! And I think her head is full with adventures ahead, siap-siap ya Yonny! Hehe..

There’s so much more to say about her, but in the end it is such a privilege to know her, moreover becoming her best friend. Yonny, I don’t know much about you, but what I do know is since meeting you my best friend has accelerated into a better person, she understands more of herself, her insecurities, her hopes and dreams for the future. For me, that’s enough to say thank you to you, Yonny.

Selamat buat Yonny yang telah memilih dan dipilih Rizka. Semoga Allah melimpahkan kasih sayang dalam hati masing-masing, sakinah dalam rumah tangga, dan petualangan yang saling menumbuhkan. Barakallahu laka wa barak alaika wa jamma baina kumma fii khair..

Nada Ristya Rahmani, dr. – Teman hidup 7 tahun di FKUP

“We hang out, we help one another, we tell one another our worst fears and biggest secrets, and then just like real sisters, we listen and don’t judge.” —Adriana Trigiani, Viola in Reel Life

That book’s part probably best describes the relationship between Rizka and I. Rizka is one of my best friends, we first met each other on our first day as high school students. In high school, we spent almost all of our times together. We went to the same class for three years. We even shared the same desk for two years. Moreover, we worked together in OSIS-PK, were the members of Geng Kosidahan, and went to the same class in SSC. There were a lot of memories that we shared together, good and bad. She is the one friend I’ve grown up with, my sister from another mother.

In my opinion, Rizka is a complete-package kind of woman. She is smart, kind, pretty, fun, easygoing, independent, mature, and always full of love. Her eyes are made of diamond; she could always see a bright side even in the worst things she sees. Her heart is made of wool and being near her will make you warm and comfortable. Her hands are made of iron; she will never tire helping others. She has a wing that made of a super fluffy feather when you feel like you are going to give up your dreams, she will hug you and take you fly to see around and make you feel like you’ll never give up. She is a superwoman.

As her best friend I’ve always had this kind of feeling that Rizka will marry someone who has a unique similarity with her. So, I’ve somehow believed that Rizka’s future husband must be Dude Herlino. Why Dude Herlino? I have two reasons to explain. First it is because I think Dude is a good man. He looks soleh, responsible, mature, generous, smart, and also handsome. My second reason, well this is actually my main reason, is because Dude is stand for dua desember. And guess what! Dua Desember is Rizka’s birthday! Since there is nothing called a coincidence in this entire universe, I’d thought that this was a sign. But too bad I was mistaken.

One day, I was chatting with my friend who was studying in Korea. I asked him whether he knew someone who were looking for a life partner and suitable with my lovely best friend Rizka. At that time he told me one name Yonny. Shortly after that, Yonny contacted Rizka, they’ve been developing their relationship until today. There is nothing called a coincidence in this entire universe. These days I’ve just realized that there is actually a sign that Yonny is going to be Rizka’s husband. Although Rizka’s birthday is Dua Desember but her name is Rizka Vinkan Septiani. Septiani stands for ASepTini, the names of her parents. On the other side Yonny’s full name is Yonny SeptianIzmantoko. Septiani and Septian! See? There is nothing called a coincidence in this entire universe.

This year is the 11th year of our friendship. In this past 11 years, every conversation we had would end up being a conversation about marriage. So I’m very happy that my best friend is finally getting married very soon! There is one thing about relationship, marriage to be exact, that Rizka always tells me. “Pernikahan itu adalah suatu gerbang dimana dua orang menjadi satu, bersama, dan saling melejitkan potensi satu sama lain”. And I totally believe that Rizka and Yonny will “melejitkan potensi satu sama lain”. Happy wedding my best friend! My pray will always be with both of you. There is nothing called a coincidence in this entire universe. Things happen for reasons. Our first meeting 11 years ago was not a coincidence. That was God’s plan. One of the reasons why we had to meet each other is probably that I meant to play a little role in connecting you and Yonny. I’m very happy to be a part of your happiness!

I Love you Kaka sayang :*

“Growing apart doesn’t change the fact that for a long time we grew side by side; our roots will always be tangled. I am glad for that.” —Ally Condy

Windy Iriana, S.T., M.Sc. – Sahabat kesayangan paling cipleu

Nama Rizka Vinkan Septiani jauh lebih dahulu sampai di telinga saya sebagai anak pintar dari sekolah sebelah saat SMP. Bertemu di SMA yang sama, satu kelas selama dua tahun, berorginasasi bersama di OSIS/PK, satu geng pertemanan, saya kemudian lebih mengenal Rizka sebagai sebagai seorang yang tidak hanya cerdas, tapi juga hangat, dan penasihat yang ‘cool’ dalam berbagai hal; mungkin karena ia paling dewasa diantara kami semua, secara pengalaman hidup, juga secara usia, hehehe.

Saya beruntung mengenal Rizka dalam usia-usia pembentukan pemikiran dan kepribadian sebagai seorang manusia muda. “Geng” pertemanan kami lebih seperti sekelompok pemakan buku, kami meminjamkannya kepada satu sama lain, dan mendiskusikannya di kebanyakan waktu. Di usia belasan akhir itu, kami saling mengasah pemikiran dan kepribadian –yang kemudian bisa jadi sangat alot-. Kami banyak bercakap tentang pemikiran muda kami; di ruang OSIS, di jam istirahat sekolah, di lapangan sepak bola. Kami menuliskan lusinan kutipan pemikiran masing-masing di buku satu sama lain; tentang negara, tentang politik, tentang keluarga, tentang kehidupan, tentang prinsip, juga tentang cinta. Buku-buku ini, saya rasa, bisa jadi jumlahnya lebih dari selusin. Di antara kami, Rizka adalah yang pemikirannya paling halus sekaligus paling terbuka, ia adalah penyeimbang bagi semua pemikiran. Ia adalah teman bagi semua.

Petikan dari sebuah buku pernah Rizka pinjamkan (dan belum saya kembalikan hingga kini), Susanna Tamaro, seorang penulis Italia, dalam buku “Va Dove ti Porta il Cuore”: “And later on, when so many roads open up before you, you don’t know which to take, don’t pick one at random; sit down and wait. Breathe deeply, trustingly, the way you breathed on the day when you came into the world, don’t let anything distract you, wait and wait some more. Stay still, be quiet, and listen to your heart. Then, when it speaks, get up and go where it takes you.”

Dan disanalah ia kini, mengikuti kata hatinya, memilih Yonny. Rizka, yang matanya sebening embun, bisa kau temukan keteduhan disana. Kau akan mengingat Rizka sebagai perempuan dengan senyum yang lebar. Dari senyumnya, kita melihat ketulusan yang begitu telanjang. Saya mengingat Rizka sebagai perempuan dengan kehangatan matahari pagi.

Vallin Tsarina, S.T.

Teruntuk teh Rizka Vinkan Septiani tersayang yang akan segera mengakhiri masa lajang. Ehem, akhirnya :p
Seorang sahabat saya (yang sudah menikah) pernah bilang; “Pernikahan itu, satu tahun pertama-nya saja yang cinta. Selanjutnya adalah persahabatan.” Teringat lagi cerita Teh Kaka sewaktu baru bertemu Bang Yonny, dan menceritakan perjalanan singkat dari awal sampai akhirnya bisa memutuskan menjawab “ya”.

Teh Kaka adalah seorang yang sangat inspiratif buat saya. Perkenalan saya dengan dunia kaderisasi yang sampai akhirnya saya dalami, adalah karena ketua seksi sekaligus teteh tersayang saya yang satu ini. Beliau bisa menyemangati dan memberi inspirasi tanpa harus berbelit-belit. Tepat sasaran, langsung kepada subjek yang beliau maksud. Terkesan ceplas-ceplos terkadang, tapi buat saya sosok teh kaka adalah sosok yang bisa menempatkan diri. Beliau bisa menjadi sahabat yang masuk ke berbagai kalangan, tapi tidak kehilangan wibawa untuk menjadi kakak yang didengarkan oleh adik-adiknya.Pernah Teh Kaka bercerita, bahwa beliau membuat list kriteria partner ideal (sebut saja suami) yang akhirnya membuat beliau jadi stress sendiri. Karena menurut beberapa teman dekatnya, list itu terlalu ideal, alias too good to be true. Kriteria inilah yang akhirnya membuat Teh Kaka yang memang (saya yakin) pemilih, menjadi semakin terbatas pilihannya. Hal yang menurut saya wajar, ya iyalah ini kan menentukan pasangan hidup, bukan pilih ikan di pasar (maaf ini tulisan anak internsip di kepulauan, jadi mikirnya pasar ikan terus, hehe). Walau mulai gelisah karena ditinggal teman-teman dekatnya menikah satu persatu, mengingat usia juga yang semakin membuat lampu merah kedip-kedip, tapi tetap, Teh Kaka bertahan dengan kriteria yang telah dia buat itu. Begitu persistent-nya teteh yang satu ini ketika sudah menentukan dan membulatkan diri dengan satu keyakinan. Bahwa janji Allah itu pasti, lelaki yang baik adalah untuk perempuan yang baik. Kegelisahan itu akan diganti dengan yang jauh lebih baik oleh mereka yang bersabar dan berikhtiar.

Sampai ketika Bang Yonny datang (jreeeng), dan Teh Kaka mengiyakan. Prosesnya tentu tidak mudah, pastinya. Tapi ketika seorang dengan kapabilitas seperti Teh Kaka sudah menjawab “iya”, maka saya yakin, insyaAllah dia yang terbaik. Orang seperti teh Rizka Vinkan Septiani, menurut saya bukan termasuk orang yang bermain-main dengan janji maupun ucapan. Saya tahu betul kapabilitasnya, dan bagaimana pengaruh beliau terhadap hidup saya.

Titip teteh saya ya, Bang. Semoga bisa menjadi sahabat seumur hidup dan pasangan yang saling mengantarkan satu sama lain kesurga-Nya.

Fulki Fadhila, dr. – Adik kelas kesayangan, teman ngalay bareng, dan penerus perjuangan di Pembinaan Kaderisasi FKUP

About Rizka Vinkan aka Kaka: True definition of a woman. Kalo ditanya opini atau pendapat seorang Kaka, yang muncul di kepala aku pertama adalah: wanita sejati. Bukan perempuan, tapi wanita. Kaka itu seorang wanita yang super bijaksana, kalem, tenang, dan dewasa. Respresents her name itself, Kaka(k) 😛 Seorang wanita yang bisa diandalkan, cerdas, dan sangat loveable. Pikanyaaheun saur urang sunda mah 🙂
Dari beberapa tahun pertemanan ke belakang, mungkin moment-moment aku bareng Kaka gak terlalu banyak, tapi dari moment bareng itu satu yang aku tau pasti, siapapun yang akhirnya berhasil settling down sama Kaka, is a VERY LUCKY man. So, Yonny, appreciate what you have 🙂

Sharifah Shakinah, dr. – Teman ngobrol asik dan backpackeran

Testimoni tentang Rizka: Seorang sahabat yang baik.. I think thats suit you the best..

Ratu Purwanti, dr. – Roommate setahun di perantauan Palabuhanratu; teman belajar, bermain, dan ngebolang

Buat Dery dan Yemi, Kaka itu lebih dari sekedar teman, Kaka itu kakak kami. Perasaan kami sama Kaka, sayang, hormat, dan kagum, seperti layaknya adik ke kakaknya. Karena apa, karena dari segi fisik aja Kaka ini cantik dan berwibawa layak dihormati, dari segi sifat juga ternyata memang sesuai sama fisiknya, Kaka itu memang hatinya cantik dan pemikirannya berwibawa, bijaksana, dewasa.
Nampaknya segan ya sama si Kaka ini, tapi tidak, karena selain itu Kaka juga asik diajak bercanda serta bersemangat muda, hahaha. Kaka yang ngajakin Yemi pertama kali main voli untuk olymphiart (lomba se-FK), “berkontribusi yuk” katanya, Padahal pernah main pun tidak, tapi semangat sekali, akhirnya tim tanpa pengalaman sama sekali sejak dari kecil (bahkan sejak lahir) itu bisa menang bukan hanya olymphiart tapi FORSI (lomba se-kampus Unpad). Juara 3 sih, tapi super lumayan kan, hahaha.

Semangat Kaka juga terbukti dari jadi manajer bolang, sampai-sampai semua anak bolang juga sayang sama Kaka. Gimana ga, wong Kaka ga pernah absen tiap latihan, selalu sediain lapangan, minum, dan tim horay (ngajak pacar-pacar anak bolang nonton), bahkan jadi temen curhat beberapa anak bolang juga lagi, hihihi. Dery dan Yemi senang sekali Kaka mau menikah, ini yang sudah kami tunggu-tunggu, pernikahannya kakak. Selama ini selalu ga kelewat tentang segala percintaan Kaka, selalu ditunggu kisahnya yang berakhir bahagia. Kami juga kan ga enak terlalu lama ngelengkahin Kaka sebenernya, hahaha ;p

Ohya yang ga pernah dilupa dari Kaka itu, dulu Kaka yang paling ga setuju hubungan kami, hahaha. Setelah kenal Dery langsung, akhirnya jadi yang paling setuju. Alhamdulillah ya Ka berakhir bahagia. Kaka juga kami doakan berakhir bahagia ;D

Dery Ariawan Soedarsono, dr. & Maryam Nissa Hazari, dr. – Pasangan tempat cerita macem-macem dan nongkrong bareng di lapangan futsal

Rizka: selalu jadi yang paling dewasa dan bisa diandalkan. Bagi kami—sahabat sekaligus bocah-bocah asuhannya— Rizka alias Kaka adalah kepala urusan rumah tangga kami semua. Mengapa? Karena segala problema, semua rencana, segenap keresahan hati, dan seluruh pertikaian beres seketika jikalau dikonsulkan kepada Kaka. Nah, kini tiba saatnya Kaka mempersiapkan, mengurus rumah tangganya sendiri. Super-duper beruntunglah lelaki yang terpilih tuk dipersuami olehnya. Kami titipkan Kaka padanya, untuk dilebih-lebarkan senyum dan tawanya; dibahagiakan semaksimal mungkin. Kami mencintaimu, Kakaaaa..

Yunisa Pamela, dr. – Teman berbagi cerita dan mengarungi drama kehidupan di kontrakan Palabuhanratu

Tentang Rizka Vinkan Septiani: wanita yang cerdas, petualang, bijaksana, supel, dewasa. Dan yang paling penting: seorang sahabat yang luar biasa.

Akhmad Mustafa, dr. – Teman jalan-jalan random

Teh Rizka itu tangguh, totalitas dan berdedikasi tinggi dalam bekerja, pemikir ulung, dan salah satu bagian dari kelompok akhwat bermotor, hehe.

Dani Ferdian, dr. – Adik angkatan, teman ngospek dan ngobrolin kaderisasi

Mei 2012, pertama kali ketemu Kaka. Beda asal, beda kampus tapi akhirnya ketemu untuk masing-masing menuntaskan mimpi masa lalu, menggapai Mahameru. Geng Bandung yang isinya aku, Kaka dan 10 pendaki cowok akhirnya berhasil sampai di puncak tertinggi Jawa dengan segala keabsurdan dan drama, hahaha. Kayaknya momen aku sama Kaka itu doank ya, Ka? Banyak rencana main bareng tapi jadinya malah wacana doank.

Anyway, secara pribadi bu dokter ini orangnya dewasa, lebih dewasa dari aku kayaknya, walaupun tuaan aku sebulan. Orangnya menyenangkan dan gampang bergaul. Asik buat diajak senang-senang ataupun susah-susahan. Sudah pas banget lah buat dijadiin partner mengarungi kehidupan *ahiw* colek Abang Yonny. Hahaha. Apalagi skill masaknya sudah teruji di pendakian Semeru.
Selamat memasuki babak baru kehidupan Kaka dan Yonny, semoga dilancarkan sampai hari-H. Bahagia selalu dan langgeng sampai nenek kakek. Muaaachhhhh.. Salam supermeded!

Elingselasri, ST – Teman kedinginan setenda berdua di Ranu Kumbolo dan Kalimati

Jika kamu seorang introvert dan sulit menemukan teman ngobrol yang layak dan nyaman; jika kamu tidak ekspresif; jika kamu butuh seorang teman jalan-jalan yang menyenangkan; jika kamu butuh sahabat; I recommend you to meet this girl.

‘My advice to you is get married, if you find a good wife you’ll be happy, if not you’ll become a philosopher’ -Socrates-

I envy him that he find a good one like you 🙂

Yogi Umbarawan, dr. – Teman memandang langit senja di Citepus

Teruntuk temanku Rizka Vinkan Septiani yang akan menempuh hidup baru sebentar lagi. Akhirnya!!! Cita-citamu tercapai ya Kaaa.. dan insyaAllah setelah kegalauan yang ini selesai, udah bisa mikirin galau-galau yang lainnya, hehe. Kaka minta testimoni yaa.. hmmm.. menurut aku, tadinyaaa, Kaka mirip aku.. tapi sepertinya much-much-much better dari aku. Kaka itu sahabat semua orang.. bener-bener semua orang! Siapa sih yang ga bisa cucurhatan atau minta saran sama Kaka. Mau perempuan, laki, senior, junior, tua, muda (eh, kalo yang tua-tua aku ga tau ketang.. hehe) pasti bisa ngobrol sama Kaka. Kenapa? Karena Kaka mau membuka diri sama orang lain, jadi orang enak ngobrol sama Kaka juga. Terus, setiap ngobrol sama Kaka, entah kenapa selalu dapat motivasi baru (padahal entah apa yang diomongin, ngalor ngidul, hahaha). Kaka juga orang yang logis. Saran-saran yang dikasih ga muluk-muluk. Bahkan tidak terlalu berapi-api mengemukakan mimpi-mimpinya. Dari dulu setiap aku tanya apa rencana selanjutnya, Kaka sepertinya ‘cuma’ pengen nikah. Hehehe. Kaka itu dewasa, mungkin itu juga yang membuat orang-orang nyaman ngobrol sama Kaka. Padahal kan yah kita ga jauh beda umurnya (sama aku jauh sih :p) tapi ngobrol sama Kaka jadi berasa ngobrol sama orang yang sudah merasakan asam garam kehidupan. Kaka organisatoris… abiiis! Ga bisa diem, berkonsep, rapaaaat (!), pemimpin, dan seksi acara.. :p Dulu aku mikir, saking dewasa dan kerennya, kira-kira orang “setua” apa yang harus menjadi suami Kaka nanti ya. Tapi ternyataaaa.. semuanya di luar dugaan. Aku seneeeng… ternyata “dia” toh yang berhasil meluluhkan hati Kaka. Dari ga kenal jadi kenal, dari orang asing jadi calon suami, dari berjarak ratusan kilometer bertemu di pelaminan. Dan setelah mendengar cerita Kaka, aku jadi percaya sama kata-kata Ibel (Ibel dibawa-bawa :p) kalo “jodoh gak akan salah ketuk pintu” (azeeeek). Akhirnya ya Ka, cita-citamu sebentar lagi kesampaian. Pesan aku cuma 1: semoga Kaka bahagia, selamanya… 🙂

Putri Zulmiyusrini, dr. – Sesama ENFP yang doyan rapat

Pertama kali kenal ya saat tingkat satu, bareng di berbagai kepanitiaan di kampus, bareng di Pembinaan Kaderisasi, sampai pada akhirnya pas koas pun satu kelompok kecil selama 1,5 tahun, dan kebersamaan itu lanjut sampai lulus dan internsip di Pelabuhan Ratu pun bareng juga. 7 tahun bareng kayanya bukan waktu yang singkat buat mengenal pribadi seorang Rizka Vinkan, dia seorang teman yang ekstrovert, pendengar yang baik, pemimpin yang bersemangat, juga sosok pembelajar yang selalu memiliki sikap positif. Yang paling khas dan mudah diingat dari seorang Kaka (Rizka,-red) bagi saya adalah bunyi tawa dan lesung pipinya. Dan kali ini, setelah menunggu sekian lama, saatmu hampir tiba juga Ka, bisa duduk di pelaminan dengan berhiaskan pais di kepala. Selamat menempuh hidup baru, Ka. Selamat telah menjadi pelabuhan terakhir tempat Yonny singgah. Semoga kalian bisa membawa bahteranya menuju kebahagiaan abadi. Amin 🙂

Raja Iqbal Mulya Harahap, dr. – Teman paling ngehits dan membahana yang selalu ada dari awal sampai akhir di FKUP

There is a saying that goes more or less like this: people will forget what we say or do, but they will never forget how we make them feel. The famous words somewhat illustrate the way I remember vague details about the time I first met this young lady. It was junior high school. I was forced to admit that a certain amount of narcissism is essentially needed to invigorate a confident front. Yes, she had some of that, well, she still does. 😉 There was something about how she acted, an inviting bright persona that sucked your stare right away, and gave you an effect that if not treated tactfully it would make you fall. This is not a confession letter (she’s getting married!!) but long story short, I was not very tactful. ;p Being a coward as I was, I rarely socialized with her at the time, I was afraid my awkward nature would betray my secret admiration. Hahaha. However, do not worry, I’ve long moved on, and now years of friendship later, I found myself in this honorable position of being her close friend. I don’t really remember how I got here actually. I remember we joined peer-to-peer student councils back in high school, we talked in some occasions on college time, I went to Japan for my master and we hardly had any chatting, then I got back home and had a weekly tea-time every Friday with herself and my other friend, Windy. The three of us, joined by one other guy Pret, had an escape trip to a beautiful beach somewhere around southwest of java. We talked more in these last three months than we had done before. Time flew and she was suddenly engaged! So here I am, writing a testimonial for her project or something I don’t have a clue what. As I hinted before, she is getting married in two months. You must know that she’s glowing more and more brightly every day, if that even possible. 😉

About this girl, she is a person that you might describe as an achiever, but she wouldn’t admit it to your face, she’d even say that she’s lazy. Don’t believe it! :p She is a medical doctor, she dreams to be a gynecologist but her bigger dream of becoming a dedicated mom trumps the time consuming specialty, for now I’m not sure what her backup plan is. Is it dermatologist? She travels a lot! She’s been to beautiful places around Indonesia. She dares to imagine, so you shouldn’t expect her to easily cave to any stereotype arguments you throw at her. She loves her family. She looks very much like her mom. She’s a humble person. She’s very open minded and easy going. She enjoys food. She can be a little insecure. She has a tender heart. She reads a lot. She’s quite a romantic. She cares about her friends. She has diaries, lots of them. She has a cool but warm dad and a funny yet charismatic stepdad. She can be very narcissistic. She can’t fake a smile. She’s more uptight than she’d like to concede. She loves marriage. She loves babies even more. She can be very stubborn. She’s a lovable person. Last but definitely not least, like any other smitten girls, she loves her fiancée Yonny more than she thinks she does. 😉

M. Shiddiq Sayyid Hashuro, S.T., M.Sc. – Teman se-SMP & se-SMA, teman nongkrong minum teh

Rizka. Atau biasa dipanggil Kaka.. Kaka adalah teman yang baik, teman yang tulus, teman yang mau mendengar dikala temannya ingin didengar, dan teman yang mampu menegur disaat temannya berbuat salah. Kaka adalah managernya Bolang (tim futsal FK Unpad 2006). Salah satu yang menonjol adalah kedewasaannya dan sifat keibuannya. Kaka juga punya prinsip dan kepribadian yang kuat. Visi dan Misi hidupnya jelas tertata. Punya jiwa petualang, puncak tertinggi pulau jawa sudah pernah ditaklukkan. Dan Kaka punya jiwa kepemimpinan yang baik.

Gerry Permadi, dr. – Mantan Kapten Bolang FC

Rizka is your person, is everyone’s friend. Someone always above average, always knows how to behave, always right, always proper and proportional. A person you always want to be with, she is.

Almira Aliyannissa, dr. – Teman diskusi

Pendengar yang baik dan dewasa (bukan tua =P), shoulder to lean on for her friends. Inspiring!

Auzan Abirama Soedarmo, S.T. – Teman mabal pelajaran sosiologi jaman SMA & nge-SSC bareng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: